37 - Dunia Ini Nggak Luas-Luas Amat, sih

Latepost, from July 22.

"Dunia sempit, ya!" Sebuah ucapan yang biasa terlontar saat ketemu kenalan di tempat yang nggak biasa, atau ternyata sama-sama kenal orang yang awalnya nggak terhubung. 

Apakah kalimat itu pernah keluar dari mulutmu? Itu bisa berarti kamu mainnya cukup jauh dan kenal cukup banyak orang. Setidaknya suka keluar rumah. Level selanjutnya adalah saat sudah merasa dunia ini nggak besar-besar amat, terjangkau, dan nggak ada batasnya. Batas yang dimaksud sangatlah beragam. Bisa jadi terbatas lautan, terbatas harga tiket pesawat, harga angkot, terbatas waktu, terbatas tembok, terbatas hal apapun yang menghalangi, termasuk yang hanya ada di pikiran kita. 

Di Instagram, ada sebuah akun bagus yang memuat konten jalan-jalan keliling dunia dengan jargon "Dunia adalah taman bermain raksasa..." Menarik. Betapa mewahnya memiliki taman bermain seluas itu. 

Dulu, saat kebanyakan orang belum tahu cara mengunggah video di youtube, batasan negara masih terlihat tebal sekali. Walaupun waktu kecil aku berada di lingkungan orang-orang yang mampu jalan-jalan ke Disney Land, sempat tinggal di Amerika pun masih terdengar istimewa. Teman-temanku masih pamer mendapat oleh-olehku dengan lucu; "Temen aku ada yang nggak percaya ini dari Amerika! aku tunjukkin aja logo dollarnya!" katanya sewot. Padahal kalau dipikir-pikir, sekarang sih oleh-oleh luar negeri sudah bisa jastip dan nggak spesial-spesial amat. Kalau ada yang bilang suatu barang dari Amerika, Jerman, Jepang, paling juga dibalas "Ah, semua barangku juga dari China!"  

Sebenarnya, siapapun bisa ke luar negeri. Sebenarnya, Eropa nggak jauh-jauh amat. Said who? Tentu ucapku yang sedang berada di Eropa. Aku yang dulu masih bengong galau tengah malem liat peta dunia pun merasa seluruh bagiannya bisa terjangkau berkat pernah menginjakkan kaki di belahan dunia lainnya. Ada yang bilang, kalau sekali keluar negeri, pasti akan mengantarkan ke perjalanan selanjutnya dengan cepat.

Kata semut, kamarku raksasa. Kata gajah, kamarku cuman cukup buat satu langkah kanan kiri. Banyak orang yang aku temui, sudah menginjakkan kaki di lebih dari 50 negara. Pesawat sudah kayak angkot. Ada ibu-ibu yang cipika cipiki karena sama-sama kenal ketua arisan kampung sebelah, ada yang memang kenalannya ada di setiap kota dan bermutasi setiap harinya, ada yang merasa terkoneksi karena habis dinner dengan Pak Mentri yang ternyata bapaknya-pacar-temen kosan lo yang paginya habis makan lotek bareng. 

Jadi, dunia ini luas atau sempit untukmu?


Comments

Popular Posts