#35 - Be Brave Of The Dark
Seumur hidupku, aku hanya pernah nonton film horror satu kali saat nobar kelas, film Munafik. Setan yang diusir pake doa pun nggak ngaruh. Sejak kecil, Umi selalu ngelarang untuk nonton film seram dan aku juga tidak minat. Mungkin berkat itu juga aku tidak punya terlalu banyak bayangan hantu di kepalaku.
Perasaanku terhadap kuntilanak, pocong, dan sekongkolannya bukanlah perasaan takut. Lebih ke kesal, mengapa mereka ada di kehidupan ini apalagi kalau menghambat aktifitas. Kalau saja aku ketemu hantu, sepertinya aku ingin marah-marah. Di bayanganku, hantu Indonesia lebih cocok untuk main film genre komedi.
Aku punya teman dekat yang tidak percaya hal ghaib, tetapi tetap takut kalau malam-malam sendiri. Katanya, ini bukan soal percaya atau tidak, tetapi karena imajinasinya tetap membayangkan hal-hal seram. Jadi, apa sebenarnya yang orang-orang takutkan saat gelap? Mungkin ketidaktahuan tentang apa yang kita hadapi, kewaspadaan yang berlipat ganda, dan keterbatasan kita untuk melakukan sesuatu termasuk upaya melindungi diri.
Ah, wajar saja orang-orang takut gelap. Mereka yang tidak takut gelap pun tetap tak bisa lari zig-zag tujuh ronde atau makan sup tanpa curiga apakah ada cicak nyemplung ke mangkok. Wajar saja takut gelap, tapi kita bisa beli senter, kalau punya uang. Kalau tidak ya pakai lilin atau obor, walaupun harus lebih hati-hati karena berpotensi kebakaran.
Jangan lupa beli senter.


Comments
Post a Comment