#27 - Tahun Baru 2024


Ada tiga resolusi dan harapan yang terlintas di malam tahun baru kemarin. Pertama, untuk menjadi lebih jujur. Kedua, untuk menjadi financially independence melalui passive income. Ketiga, untuk menemukan lingkaran pertemanan yang mempermudah jalanku menuju apa yang aku tuju. Ketiganya cukup sederhana tapi serius. 

Akhir 2023, aku menghindari kilas balik dan evaluasi tahunan, karena aku belum mencapai apa-apa. Padahal sebenarnya, hampir setiap hari aku senang. Hanya saja, yang aku kejar belum satupun tercapai, dan waktu sangatlah membuatku khawatir terlambat. Hari terakhir tahun 2023, aku mengalami fase mental break dance cukup dalam. Satu jam penuh, mungkin lebih, aku menangis sampai terbaring di lantai kamar mandi. Aku kecewa pada diriku. 

Beberapa jam kemudian, aku berusaha tetap berangkat untuk makan ayam geprek di acara New Years Countdown PPI. Tidak mengecewakan, ayam geprek raksasa, tahu tempe, dan sambelnya enak banget. Kak Novsagi yang masak. Orang pertama yang aku follow di kota ini, tapi baru pertama kali mengobrol malam itu. 

Tengah malam, sekitar 30 orang yang datang menghitung mundur menuju tahun baru. Ratusan petasan terlihat jelas dari balkon apartemen mahasiswa yang ada di dataran cukup tinggi. Aku menghitung berapa warna yang muncul di satu ledakan. Lebih banyak mana, yang bermain petasan dan yang terganggu dengan semua ledakan? Aku memperhatikan orang-orang. 

2024. Tahun baru. Petasan berbentuk bunga warna emas itu bagus, tapi pikiranku ada dimana-mana. Tidak di tempat itu. Pikiranku ada di pertanyaan perkenalan, yang aku terus ulang sampai pagi. Aku menulis puisi tentang perasaan itu. 

I want to be disappointed while i can
to desperately want to change where i am
to remember that this will pass like planned
to be where everyone feels as they are whole

Not when you know you belong
When they thought you belong
Before they ask what can be titled
And strike through your name

To be where i can stand for something
to be what i can stand for
to be brave, to be brave
because i am sure that i am sure

Malam itu, Kak Novsagi menawarkanku untuk bergabung dengan PPI. Ada beberapa orang yang menginap sampai keesokan harinya setelah acara tahun baru. Pukul tiga subuh, kami masih bangun dan mengobrol topik soal cinta. Deep talk, yang sudah lama aku tidak lakukan dengan bahasa sendiri. Perasaan itu sangat nostalgic dan aku merasa nyaman. 

Pagi harinya, aku menerima email dari time capsule 6 bulan sebelumnya. Aku menulis 10 target, yang aku sendiri lupa. Entah kenapa, salah satunya adalah gabung PPI. Seingatku, aku tak tertarik lagi dengan PPI atau organisasi yang terikat masa jabatan. Intinya, aku tak menyangka aku memasukkan bergabung dengan PPI menjadi salah satu dari 10 target wajib. Karena aku merasa itu bukan kebetulan, besoknya, aku memutuskan untuk menerima tawaran untuk bergabung dengan PPI. Sejak itu, dunia terasa kembali familiar. 

2024 so far, i feel less lonely. 
Thanks to umi, abi, shidqie, awzi who are always there.
Thanks to Sabil who came to visit me last year, and also to her lovely friend, Kak Virgi.
Thanks to Erul who makes me feel less lonely and always has interesting topics even tho ur soo weird.
Thanks to Erica & Chrisanna, kosan x bibliothek friends.
Thanks to Johanna, who is such a kind and cool friend.
Thanks to Luana, who asked if i want to join you in the same dorm on our fieldtrip. 
Thanks to Melanie, who gave me her jacket that i said was cool, even tho i didn't mean to ask for it.
Thanks to Kak Novsagi, who i actually want to be friends with since a long time ago.
 
and others too. 










Comments

Popular Posts