#24 - Menyelamatkan Aku
Banyak hal yang membuatku hampir putus asa belakangan ini. Aku hampir jadi orang lain yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Parahnya, aku hampir menyerah. Blog ini tidak akan aku bagikan di sosial media seperti sebelumnya, karena aku yang sekarang bukan aku yang aku inginkan, apalagi banggakan. Bahkan beberapa bulan kemarin, aku sudah jarang sekali menulis.
Malam ini, entah kenapa aku ingin menulis lagi. Setelah aku menulis kalimat pertama, aku berhenti dan menutup laptop karena ternyata sesulit itu; menulis dan jujur. Ternyata, rahasia dari sebuah karya adalah jiwanya. Selama ini aku banyak membohongi diri sendiri dan berbohong pada semua orang tentang siapa aku. Selama itu pula aku seperti dikejar setan yang tiap harinya bertambah anggota rombongan. Saat aku berhenti jujur, sejak itu pula aku berhenti menulis.
Semakin hari, aku semakin kehilangan diriku sendiri. Aku kira, ini semua soal beranjak dewasa. Namun ternyata banyak juga yang masih punya mimpi berapapun umurnya. Setelah aku membaca blog-blog lamaku, aku jadi kangen, juga seakan harus minta maaf karena banyak jalan-jalan hidupku yang terasa salah dipilih. Beberapa hal yang akan aku hadapi beberapa bulan kedepan pun masih jadi misteri. Aku tak mau gagal kali ini.
Namun selain soal gagal dan berhasil yang ditentukan ujian dan nilai, aku harus menyelamatkan aku. Aku hampir kehilangan aku beberapa bulan kebelakang. Aku berhenti melakukan apapun yang biasanya aku suka. Aku berhenti jadi aku beberapa bulan kebelakang. Kalau terlambat sedikit, aku yang aku kenal bisa mati. Aku harus mulai dari awal. Akan aku kumpulkan hal-hal yang biasanya Aku lakukan, lalu kembali memulainya lagi. Aku ingin coba mengenal Aku dengan lebih sederhana.



Comments
Post a Comment