#13 - Circle
"Orang yang gaul sama penjual parfum bakal ikut wangi, sedangkan orang yang gaul sama tukang sol sepatu bakal ikut bau karet"
Banyak pepatah semacam itu yang dijadikan nasehat untuk cari lingkungan yang baik. Karena tentunya, lingkungan sangat berpengaruh bagi diri kita sadar maupun tidak sadar. Jika bergaul dengan yang malas-malasan, tentu kita akan terbawa santai hingga ikut menjadi seseorang yang malas. Kebalikannya, jika kita bergaul dengan orang-orang yang setiap hari ke perpustakaan untuk belajar, kita akan termotivasi untuk ikut meningkatkan kualitas belajar diri.
Aku mau sedikit cerita tentang proses aku untuk masuk kuliah yang sekarang aku jalani. Jalan ini jauh dari rencanaku yang tidak ingin melanjutkan kuliah terlebih dahulu, yang berarti aku nol banget persiapan. Aku yang banyak menghabiskan waktu scrolling twitter saat itu hanya menyimak orang-orang ambis yang mondar-mandir di timeline. Karena pandemi yang aku rasa akan lama, aku memutuskan untuk iseng mendaftar UTBK.
Saat itu juga aku kenal ambisverse. Twitter aku alih fungsikan ke bahan belajar paling manjur dari buku atau wangsit. Studytube udah jadi makanan sehari-hari. Anak ambis share jadwal super produktif lewat tl dan bikin iri. Semenjak awal pandemi, akhirnya aku mengganti nama akun twitterku menjadi;
@purapuraambis
Alias, twitter aku benar benar berisi bahan belajar semua padahal aku tidak ambis seperti mutual-mutual ambisverse itu. Tapi mereka sudah menjadi teman, dan karena mereka aku yang jika bosan membuka twitter jadi selalu mengerjakan beberapa soal alih-alih liat video receh saat scroll timeline. Karena mereka juga, aku terbawa mempost hal-hal yang berbau pelajaran dan produktifitas.
Tibalah saat UTBK. Aku yang tidak memperhatikan waktu karena terlalu fokus mengotret persoalan kuantitatif dan hanya menjawab 7 soal Kuantitatif. Aku yang tidak terlalu berharap pun pasrah. Pengumuman SBMPTN diumumkan satu bulan setelahnya. Dan entah keajaiban dari mana atau keberuntungan, aku diterima di pilihan dua, dan nilai yang didapat tidak seburuk yang aku bayangkan (untuk aku yang hanya menjawab 7 soal kuantitatif karena salah memperhitungkan waktu dan sepertinya jika aku sempat menjawab acak di detik terakhir bisa lebih baik).
Walaupun ini bukan keinginanku yang sebenarnya, tapi aku sedikit merasa puas saat itu. Tentu selain dari doa, kesenangan itu adalah hasil dari usaha yang walau tidak disengaja. Dan usaha itu tidak akan aku lakukan dengan maksimal tanpa teman teman ambisverse yang membuatku merasa tidak ada apa-apanya dan terus berusaha lebih. Dan sebaliknya, jika aku tidak menemukan lingkungan yang tepat dan solid dalam malas-malasan, mungkin aku pun akan serupa.
Meski semua kembali kepada diri kita sendiri, tapi teman adalah cerminan diri. Disadari ataupun tidak, hal kecil pun bisa berdampak pada hal hal besar. Seperti sayap kupu-kupu yang mungkin menghasilkan tornado di Texas.



Comments
Post a Comment