#10 - Wahai dunia yang luas
- a strong desire to travel."a man consumed by wanderlust"
Tujuh menit lagi menuju pukul sebelas malam, enam puluh tujuh menit lagi menuju esok hari. Bukan pertama kalinya aku terjaga karena keinginan yang sangat mendalam untuk; keliling dunia. Ini bukan keinginan biasa numpang lewat yang bisa dibiarkan begitu saja! karena memang tidak bisa, keinginan yang mendalam ini diiringi perasaan semangat tinggi tak hingga bersamaan dengan putus asa berderai air mata. Rasa penasaran yang tak bisa sembuh sebelum bisa sampai, sesak seperti rindu pada kekasih yang lama tak jumpa yang hanya bisa terobati dengan jumpa (padahal aku tak pernah merasakannya).
Seingatku, pernah juga aku berhari-hari seperti ini di bulan April lalu. Tepatnya saat aku kehilangan gambaran atas masa depanku yang awalnya begitu rapih terencana. Saat itu aku sangat ingin melanjutkan kuliah ke Inggris, namun putus asa karena biaya yang tak kira-kira dan tak menyediakan beasiswa. Saat itu sebenarnya yang aku inginkan adalah menginjakkan kaki ke Skotlandia atau London karena baru saja selesai menonton ulang Harry Potter ke ribuan kali nya. Tapi, keinginanku untuk pergi ke Inggris tetap saja membuatku tak bisa tidur berhari-hari. Perasaan setelah menyelesaikan kisah fiksi favorit memang se menyedihkan itu.
Mungkin aku sempat menjadi penghayal ulung dan dengan bangga namun bodoh mengaku sebagai seorang pemimpi. Padahal, aku mungkin di kebanyakan waktu hanyalah memiliki gejala gila! majnun, loca, amigos! Baru-baru ini aku menyadari itu setelah siuman dari mengigau dan narsis terobati tamat kitab numerik ke sekian kalinya dan mengikuti segala jenis course online mulai dari gizi, pencegahan kanker, psikologi, astronomi, hingga matematika kalkulus, -walau belum pulih seutuhnya.
Tapi kacau, aku kalut tak tahu harus apa dan kemana. Aku tanpa khayalan ku seperti tak berjiwa. Untuk sekarang mungkin aku harus belajar membaca peta sendiri, dimana konsistensi tujuan utama harus ditanam dalam-dalam walaupun aku sebagai aku, banyak terinspirasi banyak hal dan selalu ingin menjadi banyak orang dalam berbagai bidang. Nah mungkin baru aku bisa berateman lagi dengan imajinasi untuk inovasi, bukan khayalah tak pasti. Oke.
Aku akan jadi penulis best seller! Aku juga akan menjadi Art Therapist! Aku juga akan menjelajahi setiap negara yang menyimpan kepingan diriku yang tersebar diseluruh dunia! Aku akan menjadi apa yang aku inginkan dengan mempelajari nya dari orang paling proffesional, ahli dalam bidangnya, di belahan dunia manapun ia berada. Aku ingin membangun mimpi-mimpi anak bangsa dari sudut Indonesia yang paling terpencil dan tak berdaya. Itulah mimpi ku di dunia yang aku ketik disini dengan menutup mata penuh penghayatan.
Aku ingin bertemu orang-orang yang menginspirasi, suara-suara kecil namun indah dan mengguncang dunia. Sorot-sorot mata dengan kobar semangat mulai dari anak-anak kampung hingga mereka yang sudah hidup lama dan berambut putih, dengan seribu cerita pahit dan giung. Dari mulai tukang sekoteng dan kacang rebus hingga manusia terkaya sedunia, dari pembuat gulali berbentuk burung yang jika ditiup seperti peluit hingga pembuat mesin canggih dan roket untuk menyiapkan manusia minggat dari Bumi.
"bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu" -Arai, Sang Pemimpi.
Selamat malam, selamat tidur.
Bandung, 00.00 27 September, 2020


Comments
Post a Comment