#6 - Beranjak Dewasa
Pada masa ini, banyak orang yang mulai mengambil jatahnya untuk berhenti memendam emosi. Jatah untuk marah dan menangis selayaknya manusia, yang tak jarang tanpa alasan pasti. Pencarian diri yang terasa hilang, padahal tidak pernah pergi. Mungkin, hanya perlu disusun lagi.
Kita tumbuh dewasa, tapi tetap saja sebagai manusia yang kecil dihadapan dunia. Kita mulai belajar melangkah, tapi tetap saja takut. Bahkan kali ini, rasa takut itu melebihi dulu-dulu. Kita dihadapkan dengan dunia kita sendiri, dilepas mandiri.
"kamu kan sudah besar," kata banyak orang yang memang benar adanya.
Masalah lainnya adalah dalam kata dewasa itu sendiri. Bukan menjadi dewasa, tapi menjadi 'orang dewasa'. Kebanyakannya berhenti bermimpi, berhenti percaya pada keajaiban bahkan diri sendiri. Menjadikan sebuah alasan yang dipaksakan, sebagai kata lain dari menyerah dan takut. Memilih nyaman dan aman yang ragu-ragu.
Banyak malam yang ditukar dengan air mata dan cemas. Banyak sinar matahari yang terbuang karena tak siap esok hari. Banyak mimpi yang ditukar pasrah tak berani. Tak pernah habis alasan untuk semua itu tetap menguasai.
"Kamu gaakan ngerti" Kata ku kepada mereka yang berusaha membantu. Padahal, mendengarkan adalah jalan untuk menembus waktu.



Comments
Post a Comment