#5 - Kenapa Aku Memilih Blog
Jawaban yang paling bisa jadi alasan adalah karena aku merasa blog itu lebih keren. Aku menemukan banyak orang keren dalam blog nya. Seperti menuliskan kehidupan dan pemikiran yang tidak diketahui orang lain. Dari blog itu, aku bisa melihat cara pandang mereka yang dibungkus dalam kata kata kerennya pula. Biasanya mereka yang menulis blog mulai dari nol, dari cerita-cerita ringan sehari-hari yang tetap bisa menginspirasi. Selain itu, aku punya alasan tersendiri juga.
Katanya, ga semua hal harus diketahui orang. Sedangkan hari ini, sosial media membuat semuanya bisa berbagi apapun dan dilihat siapapun, yang jangkauannya tak terbatas. Untuk kebaikan yang bermanfaat maupun hal-hal kecil sehari-hari. Dengan itu, orang-orang juga bisa mencari hidup. Hingga sekarang, personal branding melewati sosial media banyak dimulai.
Orang tua ku yang memang mengikuti zaman sudah sering menyarankan untuk melakukan personal branding tersebut. Adik ku sudah memulainya beberapa waktu lalu dan mendapat apresiasi yang baik. Sedangkan aku masih sepi seperti kuburan. Apa mungkin karena aku benar benar mati? Bisa jadi, sih. Tapi bukan itu alasan utamanya.
Pertama, aku memang lebih suka sepi. Tak dibaca pun tak apa, tak perlu publikasi. Mungkin terdengar manja, tapi aku hanya ingin ditemukan, jika ada yang mencari. Ingin, tapi tidak terburu-buru dan terkesan memaksakan. Apa itu hanya sebuah alasan untuk sebuah kenyamanan? entahlah, tapi itulah yang aku lakukan saat ini.
Kalian tahu Emily Dickinson? Penulis ribuan puisi yang ditemukan di kamarnya pada carikan kertas? Pada akhirnya, dunia yang menilai mana yang layak. Dan pada waktunya, kita bisa mendapatkan singgasana yang kita usahakan dengan cara kita masing-masing.
Blog ini sama sepi nya, tapi mungkin seperti laci di kamar Emily Dickinson itu. Ramainya platform media sosial yang membuatku hanya menunggu likes yang cuman perlu dua kali ketuk itu membuatku merasa suara ku tidak murni ingin bicara, melainkan ingin mata dan jari untuk mengarah kepada ku.
Semua orang punya cara dan pilihannya masing-masing. Dan aku memilih sepi, yang akan ramai pada waktunya. Blog ini berbicara.



Comments
Post a Comment