#1 - Rencana v.s 2020


Banyak rencana yang gagal di tahun 2020 ini. Begitupun denganku.

Rencana ku satu tahun ke depan tertunda karena pandemi dunia. Tiga bulan perintah dirumah aja sebagiannya terbuang gitu aja. Rancangan yang terlalu matang, rasanya terlalu mantap untuk dipindahkan ke plan dua. Berbaring di kasur rasanya lebih membuang tenaga; untuk berpikir dan kebingungan langkah apa selanjutnya?

Rencana ku adalah menunda kuliah selama satu tahun untuk berkelana. Mencari aku yang sempat hilang dan akan ku temukan di setiap sudut dunia. Tapi apalah rencana manusia, bukan kita kan yang mengaturnya.

Dua tahun yang lalu, orang orang tahu. Aku sangat ingin keluar dari sekolah asrama ku untuk pergi ke jepang. Rencana pindah itu sudah mantap sebelum ayahku mengambil alih sebuah sekolah dan sibuk di dalamnya. Rencana itu pun tertunda. Hingga lulus dari sekolah lamaku ini, aku belum pernah menginjakkan kaki di jepang.

Saat aku kelas 2 SD, aku ingat dengan bangga menyebar kabar bahwa aku akan pindah ke Australia- atau Amerika. Hingga guru pun tahu dan kerap bertanya. Nyatanya, rencana itu tertunda. Hingga tahun selanjutnya, dan setelahnya, aku tidak juga pergi ke negara sebrang manapun.

Tertunda. Dari tadi, kata itu yang aku pakai untuk mengganti kata gagal atau tak ada. Karena saat aku kelas 4 SD, akhirnya aku dan keluarga pergi ke Amerika. Dan semua wacana itu menjadi nyata. Mungkin, aku akan ke Jepang juga. Dan aku juga akan pergi keliling dunia. 

Tapi bukan sekarang, ada saatnya.

Menerima kalau rencana ku harus di pindahkan ke plan 2 itu ga gampang. Tapi ungkin dulu aku terlalu percaya diri memaparkan rencana, padahal bukan aku yang menjamin sebagai manusia. Rencana ku setelah ini adalah diterima di FSRD ITB, yang ketat saingan dengan kemampuan pas-pas an. Atau Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan UPI. Mereka adalah hasil dari perombakan rencana setelah perenungan panjang sebelum tidur. 





Comments

Popular Posts